Shinazugawa Sanemi awalnya tidak suka dengan keberadaan Tomioka Giyuu di lingkaran pertemanan Kanae dan Shinobu. Lelaki itu terlalu polos dan tidak banyak bicara cukup bikin Sanemi getun karena ia tidak suka dengan orang yang tidak bisa bergaul seperti ini tapi malah memaksakan diri. Tapi sepertinya, Shinobu, adik dari kekasihnya itu benar-benar lengket dengan Giyuu. Namun sesuai dengan muka dongo Giyuu, Giyuu ini beneran dongo sama sekitar ya? Shinobu sekeliatan itu naksirnya sama dia tapi Giyuu sama sekali gatau? Apes banget Shinobu naksir orang dongo. Intinya Sanemi gak suka sama Giyuu, keberadaannya bikin Sanemi muak.
Itu pemikiran awal Sanemi. Sanemi diberi bakat (bukan bakat juga sih) terlalu peka dengan sekitar. Jadi dia sungguh peka, setiap kali mereka kumpul Sanemi selalu merasa ada mata yang menatapnya dengan intens seperti memperhatikan semua tingkahnya. Namun setiap Sanemi mencari, semua mata sibuk dengan sendirinya dan keasikan nongkrong. Tapi perasaan Sanemi gak mungkin salah, selalu benar seratus persen. Akhirnya di malam itu Sanemi tau, waktu ulang tahun Shinobu, Sanemi menemukan sepasang mata biru menatapnya dengan intens. Mata biru itu menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kakinya, lalu tersenyum kecil.
Sanemi bisa membaca gerakan bibirnya. Si pemilik mata biru itu berkata tanpa suara. “Ganteng banget, sayang pacar orang.”
Sanemi langsung mengangkat satu alisnya. Nih orang mabuk? Padahal dia baru dateng alias telat ke acara ulang tahun Shinobu, tapi dateng-dateng malah godain dia? Hah? Jujur aja Sanemi melongo.
Sanemi mulai memperhatikan Giyuu yang menghampiri Shinobu lalu memberikan sebuah hadiah (di paper bag) sambil mengucapkan selamat ulang tahun itu. Shinobu membuka paper bag itu dan langsung berteriak bahagia karena itu adalah sebuah lukisan dirinya. “Waktu itu lo bilang mau banget dilukis sama gue, jadi ini hadiah buat lo ya. Sekali lagi selamat ulang tahun, Shinobu.”
“Gak nyangka, lo bakal kasih pas gue ultah. Makasih, Giyuu.” Shinobu langsung senyum ceria, memeluk Giyuu dengan erat dan langsung dibales oleh Giyuu.
Gila. Gila juga tuh Tomioka Giyuu. Habis godain dia, sekarang dia malah bikin Shinobu makin berharap sama dia. Sanemi membuang napasnya sambil menggelengkan kepalanya kecil. Apa sesungguhnya Giyuu gak sedongo mukanya itu?
Pemikiran Sanemi terbukti langsung pada malam itu. Waktu itu, Sanemi membuka pintu toilet setelah menyelesaikan urusan alamnya dan melihat Giyuu yang sedang mencuci tangan di wastafel. Awalnya Sanemi beneran cuek aja, gak mau kepikiran banyak hal apalagi ingatan saat dia membaca gerakan bibir Giyuu tadi. Tapi sebelum Sanemi melangkah jauh buat keluar dari pintu toilet, Giyuu menahannya dengan suatu omongan. Kali ini lebih jelas, lebih terdengar, dan Sanemi tidak salah membaca gerakan bibir Giyuu tadi.
“Sayang banget, seganteng lo jadi pacar orang.” Ucap Giyuu sambil menatap Sanemi melalui cermin, terpantul bayangan lelaki itu.