Giyuu rasanya mau muntah kalau ingat dia ada tugas gambar dari dosennya. Udah lagi gak ada ide, deadline besok pula. Tapi udah jam segini, jam 11 malam Giyuu sama sekali gak tau harus gambar apa. Iya kalau badannya sekarang duduk di meja belajar kamarnya dan pegang pensil, sekarang aja badannya lagi di luar. Lagi nongkrong asik sama temen-temen Sanemi karena dia dihubungi sama Sabito buat join (katanya khusus lelaki, karena Kanae sama Shinobu gak ikutan). Awalnya Giyuu pikir siapa tau dapat inspirasi setelah ikut nongkrong dan minum dikit. Nyatanya? Seratus persen otaknya benar-benar kosong. Niat hati males ngerjain tapi kalo gak dikerjain nilai Giyuu kosong dan ngulang kelas. Amit-amit. Percintaan Giyuu udah bikin pusing, kuliah juga jangan.
Giyuu melirik ke arah anak-anak parlemen. Namun sepertinya mereka lupa ya ada keberadaan Giyuu di sini? Bukan. Bukan Giyuu sakit hati dilupakan gitu aja, tapi karena obrolan mereka. Ini serius Sanemi lagi curhat kalau dia lagi berantem sama Kanae in front of keripik kentangnya ini???? Ini Giyuu loh. Tomioka Giyuu temen dekat Shinobu, adik dari Kanae. Gak takut semisal Giyuu bocorin apa yang dia dengar malam ini? (walau Giyuu tidak akan melakukannya)
Sebenarnya Giyuu tidak menyangka bahwa hubungan Sanemi dan Kanae sangat seburuk itu. Padahal dari luar mereka sangat romantis sampai Giyuu berpikir bahwa tidak ada kesempatan untuk dirinya. Giyuu bisa mendengar bahwa Sanemi mengatakan jika Kanae mengecek ponselnya tanpa izin, serta login ke akun instagram pribadi Sanemi tanpa seizin Sanemi juga. Mereka berantem karena hal itu, dimana Sanemi tidak terima namun Kanae lebih tidak terima dan menuduh Sanemi selingkuh karena tidak mengizinkannya mengecek ponsel Sanemi.
“Bayangin gue dituduh selingkuh lagi? Apa gue iyain aja tuh sekalian biar bayangan si kupu malam itu terwujud?”
Giyuu hampir menyemburkan sodanya saat telinganya mendengar ucapan Sanemi yang seperti itu. Namun bisa ia tahan karena mendadak dia tidak ingin anak-anak parlemen ingat dan sadar akan keberadaan dirinya. Giyuu tersenyum kecil lalu meminum sodanya kembali. Ia menatap Sanemi dari jauh sambil membasahi bibirnya dengan lidahnya. Kesempatan. Ini kesempatan yang bagus buat dirinya.
Detik itu juga akal sehat Giyuu putus. Jadi kapan dirinya harus mulai?
“Tapi gue gak bisa putusin Kanae gitu aja. Gue juga masih butuh dia. Butuh duit dia sih. Kalo bukan gegara dia, mana mungkin gue bisa sampe sini.”
Giyuu yang mendengar kelanjutan ucapan Sanemi itu langsung memutar matanya malas dan membuang napasnya (berusaha pelan-pelan). Giyuu sendiri memang pernah mendengar rumor jelek tentang Sanemi. Kalau lelaki itu sebenarnya gak ada apa-apanya kalau gak pacaran sama Kanae, dia cuma numpang tenar dan bisa hidup enak karena Kanae namun ternyata bukan sekadar rumor. Tapi kalau sumber masalahnya karena duit, Giyuu juga bisa. Kalau musuhnya cuma Kanae dan uang, Giyuu bisa mengatasinya.
“Don't worry, Sanemi. I'll make you mine.” Gumam Giyuu lalu menyeringai kecil.